Tampilkan postingan dengan label Tips Motor. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tips Motor. Tampilkan semua postingan

Ubah New Jupiter MX Jadi 6 Speed, Biaya Rp3,5 Jutaan!

Posted by Wahyu Rahmat 2.27.2011 0 komentar

Ubah New Jupiter MX Jadi 6 Speed, Biaya Rp3,5 Jutaan!


 Tambah melejit dengan 6 speed 
Di
saat orang lain heboh dengan kehadiran New Jupiter MX yang punya 5 speed, Paolo Irfansyah sudah modifikasi menjadi 6 speed. "Itu saya lakukan karena setelah bongkar, banyak komponen yang sama dengan V-ixion atau Yamaha R 15 yang beredar di India," kata Ivan, sapaannya sehari-hari.

Menurut Ivan, New MX ini bisa dipasang paketan dari R 15 karena main axle dan driven axle-nya sama dengan V-ixion. "Nah, itu kan komponen utama, jika sama dengan V-ixion maka yakin MX baru bisa dibuat 6 speed. Hal ini tidak bisa dilakukan pada MX lama," tambah ayah satu anak.

Paketan ini terdiri dari 7 barang dari motor India tadi. Terdiri dari main axle, shift drum, gear 3 dan 4 pinion, gear 5 pinion, gear 5 wheel, gear 6 pinion dan gear 6 wheel. Tapi, memang perlu sedikit modifikasi, khususnya pada shift drum. Selebihnya pakai standar New MX.

"Hal itu karena pada shift drum R 15 tonjolan di bagian atasnya kecil, sehingga enggak pas jika dimasukkan dalam crankcase New MX tadi, karena itu perlu dibuatkan lapisan semacam bos supaya masuknya pas," kata pemilik bengkel VJ Racing Speed di Kompleks PM, Jl. Baret Biru III, Gg. Rahayu No. 50, Cijantung, Jakarta Timur ini.


 Komposisi rasio sekarang dengan 6 percepatan (kiri). Kiri setelah pasang bos dan kanan sebelum dipasang shift drum R15 (kanan).
Bos ini dibuat dari bahan babet yang ketebalannya hanya 1 cm. Keberadaan bos tadi juga membuat indikator gigi di spidometer masih bisa dan tetap berfungsi.

"Tetap sampai 5, jika masuk gigi 6 indikatornya mati," tutup Ivan yang menjual paketan ini Rp 3,5 juta.

Paketan ini sifatnya tinggal pasang alias cukup main bolt-on. Ivan sudah merangkainya termasuk
untuk pembuatan bos di shift drum tadi. Mau tanya lebih jauh bisa kontak langsung Ivan di nomor 0813-1939-2333. (motorplus-online.com)

RASIO STANDAR NEW MX
1st = 34/12 (2.833)
2nd = 30/16 (1.875)
3rd = 30/21 (1.429)
4th = 28/24 (1.166)
5th = 26/27 (0.962)

RASIO SETELAH DIPASANG R 15
1st = 34/12 (2.833)
2nd = 30/16 (1.875)
3rd = 30/22 (1.364)
4th = 24/21 (1.143)
5th = 22/23 (0.957)
6th = 21/25 (0.840)

Tips Body Part Kawasaki Ninja 250R

Posted by Wahyu Rahmat 1.09.2011 0 komentar

Rawatan Tutup Tangki Ninja 250R, Bebas Seret di Musim Hujan

Jakarta - Mirip dengan tumbuhan yang memiliki musim-musim tertentu, perawatan motor juga punya musim sendiri. Seperti pada musim hujan dan kemarau, tentu berbeda jenis perawatannya. Seperti yang bisa dilakukan pada Kawasaki Ninja 250R pada musim hujan.

Pada musim hujan, ada beberapa hal perlu diperhatikan, salah satunya tutup tangki bahan bakar. “Sudah ada beberapa yang seret susah dibukanya,” terang Tommy Bramudia dari Ngayun Speed (NS) di kawasan Kelapa Dua, Jakbar.

Bayangkan penutup tangki bahan bakar enggak bisa dibuka, berarti kalau bensin tiris bagaimana mengisinya? Kenapa bisa begitu ya? Menurut Tommy, udara lembab kala hujan bikin timbulnya karat pada beberapa bagian dalam mekanisme tutup tangki.

Memang, penutup ini terbuat dari bahan antikarat, tetapi mekanisme di dalamnya bisa saja tertahan deposit atau kerak yang muncul karena udara lembab. Efeknya, kunci tidak mau menggerakkan rumah penutup tangki agar terbuka.

Tetapi tidak perlu khawatir, masih bisa dilakukan usaha untuk membukanya. Pertama-tama semprotkan saja cairan penetran ke dalam lubang kuncinya, beberapa kali semprot saja, enggak usah pelit. Lakukan berulang-ulang (gbr.1).

Lantas, diikuti dengan memasukkan anak kuncinya dan putar beberapa kali. Ini dimaksudkan agar pergerakan mekanisme di dalamnya bisa bergerak lebih lancar. Oh ya, jangan dipaksakan, karena bisa membuat anak kunci patah kalau kebetulan seret.

Jika hal itu sudah dilakukan, tapi gerak bagian dalam rumah kunci masih terasa keras dibukanya, maka semprotkan lagi bagian sisi lubang kunci (gbr.2), agar cairan penetran pun benar-benar masuk ke dalam mekanisme kunci di dalamnya.

Supaya lebih loncer, buka penutup tangki dan semprotkan juga dari bagian pengunci di balik penutup tangkinya. Pengunci inilah yang bergerak maju-mundur sesuai gerakan anak kunci. Semprotkan bagian sisinya (gbr.3).

Sebaiknya, lakukan perawatan ini minimal sekali sebulan ketika musim kemarau dan pada saat masuk musim hujan, tentu akan lebih sering lagi dilakukan perawatan ini. Apalagi ketika tunggangan kerap digunakan saat hujan. Tentu tutup tangki pun lebih sering basah dan lembab. Oh ya, perawatan seperti ini bisa juga dilakukan buat motor-motor lain yang berjenis sport, ya.

Nah, ada kiat untuk menjaga bagian ini agar lebih awet, tiap kali sesudah kehujanan, lap bagian ini secara mendetail. Mulai di bagian luarnya maupun di bagian dalamnya. Ini demi menghindari karat di bagian itu. Gunakan lap yang mudah menyerap air seperti chamois (gbr.4).

Kalo udah gini, pasti lancar, deh!    

(sumber : motorplus.otomotifnet.com)

Honda Tiger

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Bos Arm Model Laher Cegah Tiger Nikung Geal-Geol!


Bos plastik dan besi bisa diganti laher bambu
Jakarta - Pemilik Honda Tiger kerap kaget. Ketika menikung sering terjadi geolan. Apalagi jika ganti jalur dari jalan pendek ke jalur yang lebih tinggi. Motor jadi sangat terasa oleng. Kalau tidak hati-hati, dipastikan bisa gedubrak.

Penelitian berlanjut menuju swing arm. “Setelah dibongkar, ternyata bos lengan ayun oblak,” jelas Muhaimin yang kerja sebagai mekanik alat-alat berat macam buldozer dan traktor.

Posisi bos lengan ayun diikat oleh as swing arm. Untuk melepasnya kudu menggunakan bantuan pahat dan palu. Maklum kerap macet dan memang butuh tenaga ekstra untuk melepasnya.

Namun begitu mencari bos yang asli susah ditemui. Harganya juga tinggi. Bahkan sekarang bos arm dari bahan plastik dijual satu set dengan arm. Lengkap berikut lengan ayun yang harganya bisa Rp 300 ribuan. Sedangkan bos yang dari besi asli AHM hanya Rp 12.500 per bos-nya.

Kalau mau lebih murah lagi, silakan beli yang aftermarket. Satu set kiri-kanan terdiri dari dari bos besi dan plastik yang hanya dibanderol Rp 30 ribuan. Murah meriah memang, tapi tidak tahan lama.

Namun menggunakan bahan plastik dan bos besi sesuai standar pabrik dianggap terlalu rigid. Juga tidak bisa dipakai lebih lama. “Lebih baik bos arm diganti menggunakan laher bambu,” saran Awenk Sugianto, pemilik Sinar Rejeki Motor.

Menurut Awenk, menggunakan laher bambu bisa tahan seumur hidup. Asalkan kita rajin merawatnya. Yakni, dengan cara menambahkan gemuk rutin setiap beberapa bulan sekali misalnya.


Menggunakan laher bambu bisa seumur hidup
Namun untuk mengganti bos arm dengan laher bambu, tetap kudu keluar duit banyak. “Tapi tidak bikin repot,” jelas Awenk dari Jl. KH. Hasyim Azhari, No. 2 RT 08/02, Pasar Bengkok, Pinang, Tangerang.

Laher bambu yang disediakan tidak perlu berburu pakai punya Vespa segala.  Kata Awenk, toko spare-parts sudah banyak yang jual. Seperti di etalase milik Awenk juga ada.

Untuk mengganti bos arm Tiger kudu banyak menyediakan laher bambu. Pertama laher bambu ukuran kecil. Kodenya HK1412 dijual Rp 15 ribu satu bijinya. Untuk satu sisi butuh 4. Kalau kanan-kiri berarti 8 x Rp 15.000 = Rp 120. 000.

Laher bambu kecil ini bagian dalamnya akan bersentuhan langsung dengan poros swing arm. Sedangkan bagian luarnya akan bertemu dengan laher gede yang juga akan bersentuhan langsung dengan lubang lengan ayun.


Bos dari besi dan plastik gampang oblak
Laher besar yang harus disediakan sebanyak 6 biji. Sebelah kiri perlu 3 laher dan kanan 3 laher. Harganya 6 x Rp 15.000 = Rp 90.000. Oh iya... kode laher bambu besar HK2016.

Berarti untuk beli laher aja, kudu mengeluarkan biaya Rp 210 ribu. “Namun itu tetap dianggap lebih praktis karena sangat awet,” jelas Awenk yang baru saja dikarunia anak kedua itu.

Cara pasang laher bambu juga dianggap mudah. Setelah bos standar yang terbuat dari platik dilepas, tinggal masukkan laher besar ke dalam lubang arm.

Pasang laher besar perlu sedikit diketok menggunakan alan bantu palu agar masuk. Posisikan agar 3 laher bambu itu tepat berada di tengah lubang arm. Artinya tidak melenceng sebelah.

Kemudian tinggal pasang laher kecil. Posisinya masuk di lubang laher besar. Kalau laher besar satu sisi kanan atau kiri butuh 3 laher. “Leher kecilnya butuh lebih banyak. Yaitu 4 buah,” jelas Awenk yang rajin ikut Mechanic Contest yang diselenggarakan oleh oli Castrol itu.

Namung jangan lupa. Ketika pasang laher harus dibarengi dengan gemuk. Supaya tidak mudah macet.

SUMBER : WWW.OTOMOTIFNET.COM

Tips Kaki-kaki Yamaha Mio

Posted by Wahyu Rahmat 1.02.2011 0 komentar

Standar Tengah Mio Goyang? Atasi Pakai Pen Piston Tiger!

Jakarta - Punya masalah standar tengah di Yamaha Mio atau Nouvo? Yap, motor goyang-goyang jika dalam posisi disangga standar tengah. Eit, sabar cuy! Nih ada obatnya.

Akibat sering diduduki dalam kondisi standar tengah, membuat lubang as yang ada di standar jadi cepat aus. “Akibat aus, lubang jadi membesar. Ini yang menyebabkan motor goyang-goyang,” timpal Icho, Mekanik Mulia Mitra Motor di Jl. H Mencong Raya No. 41, Ciledug, Tangerang.

Itu karena di bagian ujung standar, antara diameter as dan lubang sudah tidak rapat. Akhirnya, setiap gerakan yang diterima membuat motor bergoyang mengikuti beban yang diterima.

Cara mengakalinya mudah! Menurut pria bertubuh kurus tapi berkulit putih ini, cukup diakali pakai pen piston milik Honda Tiger. “Pen berfungsi sebagai penahan di ujung-ujung lubang standar yang sudah termakan,” ungkapnya.
 
Enggak perlu pen piston baru! Tapi cukup pakai bekas yang ada di bengkel. Setelah dapat, lanjutkan ke proses. Potong pen piston yang punya diameter luar 15 mm itu sekitar 1–1,5 cm. Bikin dua buah ya. Kelar dipotong, sobat tinggal minta bantu ke tukang las untuk menguatkan dudukan pen itu di ujung standar.

Jika sudah, tinggal pasang lagi seperti ketika membuka. Menurut Icho, cara ini lebih efektif. Diameter as standar tengah dengan pen piston Tiger cukup rapat. Jadi, tidak ada gejala geol-geol lagi.

Murah meriah memang. Cukup keluarkan sedikit dana untuk biaya las doang tuh! “Selain itu karena pen ini dari baja, cenderung lebih kuat,” bilang mekanik ramah ini.

Sumber :  motorplus.otomotifnet.com

Tips Performa Suzuki Thunder 125

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Aplikasi Karburator Suzuki Satria FU di Thunder 125, Ampuh Tingkatkan Performa

Tangerang - Performa Suzuki Thunder 125 terbilang cukup lah buat dipakai beraktivitas. Meski menurut beberapa mekanik, ada beberapa kendala yang kerap menyerang motor sport pabrikan berlambang S ini.

“Skep karburator gampang baret. Waktu masih kerja di bengkel Suzuki, beberapa kali saya ketemu masalah tersebut. Bisa jadi lantaran kurang perawatan,” aku Muhamad Supriyadi, mekanik Ultraspeed di kawasan Jl. Mencong, Tangerang.

Tapi ada segelintir anggapan bahwa kualitas bahan karbu Thunder 125 (Mikuni BS26SS) agak melempem. Tidak seperti pengabut bahan bakar dari keluarga Suzuki lainnya.

Makanya kata Choki (panggilan akrab Supriyadi), tak jarang pemilik Thunder menggantinya pakai karburator Satria FU, Mikuni BS26-187 (gbr.1).

“Selain diameter venturinya sama, karburator Satria FU lebih awet jeroannya dan bisa ningkatin performa mesin. Saya sudah pernah menerapkannya di motor konsumen,” tukas Choki.

Apalagi, lanjut pria peranakan Jakarta-Jawa ini, pemasangannya tinggal plug and play alias tidak perlu mengubah apa-apa.

Paling hanya perlu menyesuaikan ukuran spuyer (gbr.2). Untuk mesin standar, pilot jet sebaiknya pakai ukuran 15 (standar Satria FU: 12,5). Sementara main jet pakai ukuran 105 atau 110.

“Selain itu, bila tetap pakai dudukan selongsong kabel choke bawaan karbu FU, kabelnya agak dipendekin sedikit,” terang Choki.

Yuk, mending kita langsung buktikan saja ucapan Choki. Yakni dengan mengukur perubahan performa mesin lewat mesin dyno milik Ultraspeed (Dynomite buatan Amerika).

Bahan praktiknya di Thunder 125 standar keluaran 2006 yang sudah menempuh jarak 43 ribu km. Power maksimum standar motor itu terukur sebesar 9,739 dk/9.459 rpm. Sedang torsi puncaknya 8,515 Nm/6.554 rpm (lihat hasil dyno gbr.3)

Setelah mengukur performa standar, karburatornya lalu diganti pakai punya Satria FU. Namun saat pengukuran, pilot jetnya tetap menggunakan ukuran 12,5. Sedang main jet pakai 105. Putaran sekrup udaranya standar (1 3/4 putaran membuka).

Hasilnya, tenaga maksimum terkerek jadi 10,02 dk/9.857 rpm (naik 0,281 dk). Sedang torsi puncak naik jadi 8,637 Nm/6.603 rpm (naik0,122 Nm).

“Kayaknya masih bisa lebih besar lagi. Karena ketika hasil pembakaran pada busi (gbr.4) dicek, kelihatan masih agak kering. Kalau pilot jet dinaikkan 1 step lagi (jadi 15), saya yakin peak power dan torsinya bisa lebih tinggi lagi,” tutup Choki.

Tertarik?

 Data Hasil Pengujian Dyno  
 Kondisi  Max power  Max torque
 Karbu STD  9,739 dk/9.459 rpm    8,515 Nm/6.554 rpm
 Karbu Satria FU  10,02 dk/9.857 rpm  8,637 Nm/6.603 rpm  

Motor Injeksi

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Perawatan Motor Injeksi, Menang Waktu Singkat!


Jakarta - Dibanding tipe karburator, motor injeksi sebagai alat penyuplai gas bakar terbukti jauh lebih mudah dalam hal perawatan. Bahkan waktu pengerjaannya pun terbilang singkat. Sehingga buat pemilik motor tipe ini yang aktivitasnya tinggi, sangat diperbolehkan menggunkannya.

Apalagi dalam rangkaian tulisan di sebelah, ongkos perawatan motor injeksi masih setara dengan yang tipe karburator. Di mana proses perawatan tunggangan tipe ini, mekanik diwajibkan untuk memeriksa kebersihan bagian dalamnya serta lubang-lubang alirannya.

Seperti dikatakan Zahid, service advisor DDS Cempaka Putih yang berlokasi di Jl. Raya Cempaka Putih, Jakarta Timur. Untuk tunggangan yang baru aja jalan 500 km, 2.000 km sampai 4.000 km, biasanya motor injeksi hanya lakukan pemeriksaan komponen seperti busi, kerengangan klep, putaran stationer dan bersihkan filter udara setelah 2.000 km hingga selanjutnya.

Sedangkan yang musti diganti setiap servis setelah motor menempuh jarak 1.500~2.000 km adalah pelumasnya saja. Adapun pemeriksaan di luar bagian mesin tiap servis, di antaranya rantai penggerak roda, rem, arah sinar lampu utama, sein dan lampu rem. Ditambah lagi cek kekencangan buat roda maupun bantalan kemudi.

“Tahap pekerjaan itu memang biasa dilakukan mekanik pada umumnya. Cuma bedanya motor injeksi, enggak perlu bongkar-pasang karburator. Belum lagi kalau peranti ini posisinya sangat sulit. Butuh waktu pengerjaan yang lebih lama dari biasanya," lanjut Zahid.

Begitupun jika perjalanan motor injeksi lepas dari angka 4.000 km. Perawatan tetap masih lebih ringan dibanding komponen pengkabut gas bakar konvensional. Meskipun dalam prosesnya dibutuhkan ketelitian pada saat pengecekan per bagian. Sebab, terkadang proses pemeriksaan dibutuhkan keahlihan khusus lantaran butuh alat pendukung bila memang ingin direset atau cek kondisi komponen elektroniknya.

Contoh saat pemeriksaan komponen pada aliran bensin, injektor hingga peranti pendukung injeksi. Dimulai dari pengecekan pompa bensin dengan cara mendengarkan suaradesingannya. Kalau enggak normal, bisa jadi filter pompa bensin kotor.

“Tapi, kalau putaran mesin mulai enggak normal, biasanya injektor minta dibersihkan cairan khusus. Nah, pada saat mengecek soket kabel kelistrikan injeksi dan peranti lainnya biasanya butuh alat pendukung khusus pemeriksaan,” timpal Tono P. kepala mekanik AHHAS Honda Dunia Motor di Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Cuma khusus pemeriksaan injektor dan cek alat elektroniknya, lebih baik dilakukan di bengkel resmi yang menyediakan pelayanan itu. Biar tidak salah analisis maksudnya.


Sumber :  motorplus.otomotifnet.com

Pelek Jari-Jari & Modifikasi

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Aplikasi Motif Kepang di Pelek Jari-Jari, Jangan Asal Kepang, Cuy!



Model kepang jari-jari. Ada berjajar tiga

Jakarta - Saling silang di jari-jari sama seperti rambut cewek ABG tempo dulu. Rambut disusun agar terlihat rapi. Model kepangnya juga beragam. Pada jari-jari motor pun sama. Bedanya, cara kepang tidak boleh sembarang, cuy! Sebab, jari-jari punya fungsi menahan bobot roda dan kenyamanan berkendara.

Untuk motor standar ada jenis kepang 4 dan kepang 6. Untuk motor bebek kepangnya 6. Sedangkan untuk motor sport lawas seperti Honda CB yang punya kepang 4. Perbedaaan ini didasarkan pada banyaknya jari-jari yang digunakan juga silang pada tiap lubang pada pelek.

Untuk kepang 4 jumlah jari-jarinya sebanyak 28 biji ada 4 lubang jari-jari menyilang pada pelek. Kepang 6 sebanyak 32 atau 36 biji dan 6 lubang jari-jari menyilang di lubang pelek.

Perkembangan selanjutnya, terjadi pada motor modifikasi. Event contezt modifikasi imembuat modifikator terus melakukan eksperimen. Termasuk dalam hal membuat tampilan di sektor ban.
Modifikasi ini dengan mengebor rim standar. Lalu dibentuk sesuai keinginan modifikator atau pemilik motor,jelas Wahadi, mekanik Edy Motor, pebengkel jari-jari.

Unsur estetika dan tampilan jadi titik perhatian. Dan biasanya, modifikator hanya melihat dari sisi itu.


Nipel mempengaruhi kekuatan
Kalau dilihat manis. Tapi, ini tidak bagus untuk dikendarai. Tapi untuk tingkat kenyamanan rendah, yakin Wahadi.

Dari sekian banyak model jari-jari, ia memperhatikan beberapa ciri kepang. Pertama, miring berjajar tiga, jari-jari berulir atau ada juga yang model rapat dengan jumlah jari-jari 72 batang.

“Semuanya itu bukan standar. Dan kalau untuk harian tidak disarankan, jelas pria yang mangkal di Jl. Palmerah Utara No. 89, Jakarta Pusat.

Dari pengalaman Wahadi terhadap jari-jari modif ini adalah kesulitan untuk membalance lingkar roda. Terutama ketika mengencangkan jari-jari itu. Tentu harus sekaligus mempertimbangkan keseimbangan dengan cara memutar jari-jari pada alat balance, katanya.

Apalagi untuk jari-jari rapat dengan jumlah 72 ini. Saat membuat lubang, terkadang si pembuat tidak mempertimbangkan sudut lubang. Banyak yang terlalu lurus. Akibatnya jari-jari sering kendur bahkan patah, kata pria yang sudah 30 tahun menekuni servis jari-jari.

Menurut Edi Surya, spesialis jari-jari di Jakarta Timur, paling benar model kepang jari-jari ya yang sudah dibuat produsen. Di luar itu, urusan daya tahan jelas dipertanyakan.

“Paling cuma buat gaya aja. Kalau dipakai harian atau balap enggak bisa tahan lama, yakin Edi Surya dari Bumen Motor.

CARI PALING KUAT

Wahadi. Standar tetap terbaik

Menurut Edi Surya dari Bumen Motor, sebenarnya paling penting bukan jenis kepangan jari-jari. Tapi, memperkuat jari-jari paling utama ada pada dimensi nipel. Cari yang besarnya sesuai dengan diameter jari-jari. Semakin besar semakin kuat dan dipastikan tahan, tutur Edi.

Batang besi ini punya ukuran dan panjang beragam. Ukuran pelek dan diameter teromol pada tiap motor yang berbeda. Semisal ukuran 10 x 159 yang umum dipakai untuk roda belakang bebek. Angka 10 artinya panjang ulir di ujung jari-jari adalah 10 mm. Sementara 159 itu punya maksud kalau panjang total jari-jari itu adalah 159 mm.

Ukuruan lainnya adalah diameter batang jari-jari, paling kecil diameter 2,5 mm yang dulu dipakai di Honda C70, 2,9 mm lazim di roda depan bebek. Trus 3,1 mm jatah pelek belakang bebek. Terakhir atau yang paling besar adalah 3,2 mm atau yang biasa dipakai untuk Honda Tiger atau Binter Merzy.

Kebanyakan orang memodifikasi dengan menggunakan jari-jari yang besar. Tentunya harus disertai dengan memperbesar lubang jari-jari. Termasuk kalau ingin berkreasi membuat pola di saat pemasangan jari-jari. Tetunya yang beda dari standar seperti tegak lurus, kipas atau jaring. Ini musti paham dengan ukuran panjang jari-jari yang beragam biar enggak salah beli.

Buat harian, paling bagus model standar dengan langkah enam. Maksudnya sepasang jari-jari menyilang di tiap enam lubang di pelek ,sebut Wahadi.

Sumber :  motorplus.otomotifnet.com

Injeksi Bahan Bakar

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Sistem Injeksi Motor Honda, Sudah Memasuki Tahap Tiga!


Jakarta - Motor injeksi salah satunya diproduksi untuk mengikuti standar EURO. Agar rendah rendah emisi dan hemat bahan bakar.

Makanya sistem injeksi juga mengikuti standar EURO II dan EURO III. “Ketika masih EURO II, sistem injeksi masih cukup step 1 dan 2. Pada step ini hanya perbaikan pada posisi ECU atau ECM,” jelas Sarwo Edhi, instruktur Astra Honda Training Center.

Pada step 1, ECM (Electronic Control Module) menyatu dengan throttle body. Sehingga rawan banjir. Hanya digunakan pada Honda Wave 125 Thailand.

Begitu nongol Supra X 125, sistem injeksi Honda jadi step 2. Demikian juga Wave 125 Thai. ECU ditempatkan lebih tinggi di bawah jok. Jauh dari banjir.

Begitu masuk era EURO III, sistem injeksi khususnya di Honda jadi step 3. Diterapkan pada betik Honda Absolute Revo.

Pada step 3, takaran bensin-udara lebih presisi. Karena dilengkapi lamda sensor di lubang buang. Tugasnya memantau gas hasil pembakaran. Jika kebanyakan atau kekurangan udara akan memberi sinyal ke ECM untuk menakar ulang semprotan bensin.

Jadi, tak hanya proses yang diperhatikan. Hasil akhir pembakaran juga dipantau.

Sumber :  motorplus.otomotifnet.com

Koil Special Engine (SE)

Posted by Wahyu Rahmat 0 komentar

Spek Koil Motor Seperti Apa Yang Lebih Bagus?

Tangerang - Banyak pendapat soal koil. Katanya, kalo menghasilkan api gede, pembakaran akan bagus.  Sementara yang lain bilang, kalo apinya biru justru lebih baik.

Menurut Freddy A. Gautama, juragan Ultraspeed di Jl. Cipto Mangunkusumo No.42, Ciledug (Jl. H. Mencong), Tangerang bahwa kemampuan bakar percikan api di busi (hasil pelipatgandaan tegangan dari CDI oleh koil) yang baik bukan ditentukan  besar kecilnya atau warna percikan api.
 
“Tapi oleh energi panas yang dihasilkan percikan apinya. Kian tinggi energi panasnya, maka akan makin baik kemampuan membakar kabut gas di ruang bakar,” katanya. Intinya, dalam usaha meningkatkan performa mesin lewat koil, usahakan pilih yang punya kemampuan menciptakan api dengan energi panas lebih tinggi.

“Koil macam ini, umumnya terdapat pada koil motor-motor special engine (SE). Seperti punya Yamaha YZ 125 atau YZ 250, Suzuki RM dan beberapa koil aftermarket dengan spek kompetisi,” ujar Andy Soetomo, ayah Freddy yang juga salah satu ‘pemasok’ koil high performance buat mobil dan motor merek Protec.

Koil yang locatan apinya punya energi panas tinggi bisa cepat membakar kertas seperti ini
Wajar kalau koil-koil SE kerap diaplikasi para mekanik balap. “Koil ini (SE) apinya gak gede dan juga gak berwarna biru. Masih ada merahnya. Tapi energi panasnya tinggi,” tukas Freddy. Lantas bagaimana cara mengetahui energi panas yang dihasilkan oleh percikan api dari koil itu?

“Cara paling simpel yakni pakai kertas. Sisipkan di antara loncatan api di busi. Kalau koil  itu punya loncatan api dengan energi panas tinggi, maka kertas akan cepat terbakar. Sedang secara teknis, ya langsung saja diuji peningkatan performa yang dihasilkan koil itu lewat pengukuran dyno,” jawab Freedy.

Nah, kebetulan Ultraspeed punya alat peraga uji loncatan api yang dihasilkan koil. Yuk kita coba buktikan apa benar koil-koil SE punya energi panas lebih baik dari koil standar motor. Para meter pembuktiannya, kita lihat koil mana yang mampu membakar kertas lebih cepat. Dihitung pakai stopwatch.

Oh iya, koil SE yang jadi kontestan; punya YZ 125 dan YZ 250. Sedang koil standar bawaan motor antara lain koil Suzuki Smash, Yamaha Mio (kode: 5TL), Honda Tiger Revo dan punya Binter Mercy (belakangan banyak dipakai pembesut Kawasaki Ninja 250). Hasilnya silakan lihat boks Data Hasil Pengujian Energi Panas.

Sementara untuk pembuktian lewat pengukuran dyno, koil SE yang digunakan hanya YZ 250. Sedang koil standarnya pakai punya Smash. Motor yang dijadikan bahan praktiknya Suzuki Shogun 110 yang sudah di-bore-up jadi 125 cc pakai piston Thunder 125.

“Tapi saran saya, kalau pakai koil dengan percikan api yang energi panasnya tinggi, suplai gas dari karburator sebaiknya dibikin agak basah untuk mendapatkan hasil  lebih maksimal. Karena logikanya dengan kemampuan bakar yang lebih tinggi, walau suplai gasnya ditambah dikit tetap percikan api di busi masih mampu membakar gas dengan baik,” saran Freddy.

Bisa dilakukan dengan menaikkan ukuran pilotnya saja satu step, atau sekrup udara agak ditutup sedikit. “Bila tanpa setting ulang karburator, hasilnya biasanya tidak begitu signifikan peningkatan tenaganya,” tambahnya. Oke, hasilnya silakan lihat Data Hasil Pengukuran Dyno.

 Data Hasil Pengujian Energi Panas  
 Koil   Lama membakar kertas
 Yamaha Mio   7,20 detik
 Suzuki Smash   7,78 detik
 Honda Tiger Revo   4,56 detik
 Binter Mercy   7,49 detik
 YZ 125   3,73 detik
 YZ 250   3,36 detik
 Data Pengukuran Dyno  
 Koil  Max Power  Max torque
 STD Smash    8,402 dk / 7.822 rpm    8,339 Nm / 6.275 rpm
 YZ 250  8,439 dk / 7.906 rpm  8,305 Nm / 6.701 rpm